Briptu Norman, Dari Bukan Siapa-Siapa Menjadi Ikon Kepolisian

Briptu Norman, Dari Bukan Siapa-Siapa Menjadi Ikon Kepolisian

Siapa yang tidak mengenal Briptu Norman. Namanya ada di mana-mana, mulai dari anggota DPR, Gubernur, pejabat kepolisian, hakim, mahasiswa, pedagang kaki lima, bahkan anak berumur lima tahun pun mengenal nama Britu Norman. Padahal sebulan yang lalu tidak ada satu orang pun yang mengenal nama Briptu Norman Kamaru. Sekarang Briptu Norman sudah dianggap menjadi ikon atau lambang kepolisian Indonesia lewat aksinya menyanyikan lagu India secara lip-sync dan menarikannya dengan gaya yang kocak.

Nama prajurit polisi yang berpangkat Brigadir Satu (Briptu) ini mulai dikenal oleh media massa sejak tanggal 31 Maret 2011 yang lalu, ketika sebuah rekaman video dirinya diunggah ke situs Youtube. Video tersebut berisi cuplikan seorang polisi yang sedang menari diiringi dengan lagu India Chaiya Chaiya yang dinyanyikan oleh Shahrukh Khan dan dibawakan secara lip-sync. Video yang berdurasi kurang lebih enam menit tersebut menampilkan Briptu Norman sedang menari sambil menirukan lagu India. Disampingnya nampak terlihat seorang polisi yang sedang duduk diam sampil melihat telepon genggamnya.

Video yang pada pagi hari ketiga setelah di unggah ini, yaitu tanggal 3 April 2011, telah ditonton oleh 3.936 orang. Fenomena ini sangat mengejutkan karena sangat mengejutkan bagi seluruh masyarakat. Semua orang berbondong-bondong ingin menonton video tersebut dan menyaksikan seorang polisi yang sedang menari India dengan seragam lengkapnya.

Briptu Norman Kamaru yang merupakan anggota dari Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo sempat merasa takut dengan munculnya video dirinya di situs Youtube. Semula Briptu Norman beranggapan bahwa dirinya akan diberikan hukuman oleh atasannya atas video dirinya. Tetapi, sebelum hukuman diberikan oleh atasannya, telah banyak muncul komentar-komentar yang mendukung perbuatan Briptu Norman, bahkan banyak komentar-komentar yang menyatakan ketidaksetujuannya jika Briptu Norman dijatuhi hukuman seperti skors atau yang lainnya.

Banyaknya tanggapan positif terhadap Briptu Norman akhinya menyebabkan prajurit polisi tersebut dihukum dengan hukuman yang sangat unik. Hukuman tersebut adalah menyanyi langsung didepan komandan dan anggota-anggota satuan Brimob Polda Gorontalo lainnya. Terang saja hal ini kembali mengundang minat masyarakat, apalagi pemberitaan mengenai hukuman unik ini sangat gencar dilakukan oleh media massa, ditambah diunggahnya video hukuman Briptu Norman ke situs Youtube semakin menambah popularitas Briptu Norman Kamaru. Bahkan Aksi Hukuman Norman Kamaru ini sampai dikomentari oleh Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo. Menurut dia, baik bila bakat dan kreativitas Briptu Norman disalurkan. “Tidak ada sanksi. Kalaupun Kapolda memberi sanksi, itu mendidik,” kata Timur di Istana Kepresidenan.

Hukuman yang diberikan untuk Briptu Norman adalah bernyanyi di depan satuan Brimob Polda Gorontalo

Tanggapan-tanggapan positif yang didapatkan sangat mendukung aksi Briptu Norman. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa tindakan Briptu Norman memperlihatkan sisi lain atau wajah lain dari kepolisian Indonesia yang sering dipangang buruk oleh masyarakat. Bahkan kita sendiri tidak bisa menyalahkan opini masyarakat yang sering memandang polisi kurang bekerja secara efektif, dan hanya mengambil keuntungan dari jabatannya saja. Dengan munculnya seorang anggota Satuan Brimob Polda Gorontalo ini, maka masyarakat dapat melihat sisi lain dari kepolisian Indonesia.

Melihat tanggapan masyarakat yang sangat besar akan hal ini, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) langsung memanfaatkan kesempatan ini. Tidak tanggung-tanggung, polri langsung memberikan perintah kepada Briptu Norman untuk datang ke Jakarta, ke Markas Besar (mabes) Polri. Briptu Norman tanpa pikir panjang langsung terbang dari Gorontalo menuju Jakarta untuk menaati perintah atasannya. Sesampainya di Jakarta, hal yang telah dipersiapkan untuk menyambut Briptu Norman adalah sebuah konferensi pers. Pada konferensi pers tersebut pihak Polri secara tidak langsung telah memberikan amanah khusus kepada Briptu Norman untuk menjadi alat pencitraan bagi Polri.

Briptu Norman saat konferensi pers

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Drs Boy Rafli Amar, sendiri telah ditugaskan untuk mengawal Briptu Norman kemana pun ia pergi. Sejak saat konferensi pers itu disiarkan kepada publik, Briptu Norman mulai mendapat tawaran untuk tampil di acara-acara televisi dan panggung-panggung konser. Ia juga mulai sering diwawancara oleh wartawan baik dari wartawan berita hingga wartawan infotainment. Selama kegiatannya itu, Boy Rafli Amar selalu setia mendampingi Briptu Norman dan selalu memberikan keterangan tambahan apabila diperlukan ketika sedang diwawancarai oleh wartawan. Bisa dikatakan peran Boy disini mirip dengan manager-manager artis ibu kota.

Briptu Norman ketika tampil pada acara Talkshow Bukan Empat Mata

Ketika diwawancarai oleh beberapa wartawan, Briptu Norman menyatakan kesediaannya dan kesenangannya untuk tampil dan menghibur masyarakat Indonesia melalui media masaa. Ia menyatakan kesukarelaannya dalam membantu kepolisian Indonesia kembali memdapatkan pandangan yang positif melalui dirinya. Pihak Polri sendiri mengakui, melalui Boy, tur dan job tampil di hadapan khalayak dan media merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan Polri, yaitu menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Secaratidak langsung Briptu Norman sudah digunakan sebagai alat untuk memperbaiki citra kepolisian di mata publiknya, yaitu masyarakat Indonesia.

Hal yang dilakukan oleh kepolisian ini mendapat tanggapan yang positif dari berbagai kalangan. Visi yang ingin dicapai, yaitu menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sepertinya tercapai melalui misi tampilnya Briptu Norman di acara-acara yang diliput oleh media massa. Sehingga kini, tidak ada orang yang tidak mengetahui tentang siapa itu Briptu Norman Kamaru, seoran Brigadir Mobil dari Polda Gorontalo.

Padatnya jadwal tampil di acara-acara televisi yang harus dijalani oleh Briptu Norman dimulai dari stasiun TV yang satu hingga stasiun TV lainnya, dari panggung yang satu ke panggung lainnya, demi memenuhi keinginan publik dan menjalankan misinya untuk membentuk citra positif bagi kepolisian Indonesia, ternyata tidak didukung oleh stamina tubuh Briptu Norman. Lebih kurang dua minggu setelah ia menapatkan kepopuleran layaknya selebritis, Briptu Norman jatuh sakit akibat rendahnya tekanan darah.

Kegiatan Briptu Norman yang biasanya hanya olahraga, menjaga markas dan kegiatan-kegiatan Brimob lainnya ternyata tidak sebanding dengan kegiatan-kegiatan yang dialaminya di Jakarta. Jadwal shooting yang dimulai sejak pagi dan berakhir pada larut malam, kemudian disambung dengan rutinitas yang sama keesokan harinya membuat fisik Briptu Norman melemah. Ia akhirnya harus terbaring lemah di tempat tidur di rumahnya di Gorontalo. Lemahnya kondisi fisik Briptu Norman dialami ketika ia sedang berada di Gorontalo, setelah kunjungannnya ke Jakarta selama lebih kurang dua minggu.

Apa yang yang dilakukan oleh kepolisian Indonesia menyikapi fenomena Briptu Norman Kamaru yang melejit terkenal layaknya artis merupakan strategi yang sangat baik. Ditengah ricuh kisruhnya permasalahan yang dihadapi seperti banyaknya keluhan dari masyarakat tentang kinerja dan pelayanan polisi yang tidak efektif, datanglah Briptu Norman, dengan gayanya yang kocak dan menghibur, serta mendapat tempat di hati masyarakat. Hal ini langsung dimanfaatkan oleh kepolisian Indonesia, tanpa pikir panjang kepolisian langsung memberikan fasilitas bagi Briptu Norman untuk unjuk gigi dihadapan seluruh masyarakat Indonesia lewat penampilannya di media massa, hingga pada saat ini tercipta frame di masyarakat bahwa kepolisian tidak selama bersikap tegas, tetapi juga bisa kocak dan menghibur layaknya Briptu Norman Kamaru. (farra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: