Ozon, Milik Kita Bersama, Kita Jaga Bersama

Ozon, Milik Kita Bersama, Kita Jaga Bersama

Tidak terasa bumi yang kita huni bersama saat ini semakin lama semakin panas. Daerah yang dulunya diklaim sebagai daerah paru-paru Indonesia saat ini telah sama panasnya dengan daerah-daerah perkotaan lainnya. Hanya tinggal sedikit saja yang masih bercuaca sejuk dan teduh. Pemanasan global atau lebih trend dengan nama global warming adalah fenomena alam yang telah diisukan sejak lama. Salah satu penyebab pemanasan global ini adalah penipisan lapisan ozon yang ada di lapisan atmosfer. Menipisnya lapisan ozon menyebabkan sinar Ultra Violet dapat dengan mudahnya menembus atmosfer dan menaikkan suhu bumi.

Penipisan lapisan ozon tersebut disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah dengan banyaknya polusi fluorocarbon yang disebabkan oleh peralatan elektronik sehari-hari yang kita gunakan. Polutan yang paling merugikan terutama adalah yang mengandung chlorida/bromida. Bahan yang paling bertanggung jawab terhadap penipisan sebagian besar lapisan ozon adalah yang mengandung chlorida yaitu chlorofluorocarbon/CFC. Bahan tersebut berasal dari zat freon yang ada di mesin-mesin pendingin yang kita gunakan, seperti lemari es, air conditioner, dan bahkan pada spray-spray yang sering digunakan sebagai botol parfum. Meningkatkan persentasi gas-gas yang bereaksi dengan ozon karena dikatalis oleh CFC ini menyebabkan kurangnya kadar ozon di atmosfir.

Hal ini akan membentuk semacam lubang-lubang kecil di ozon dan akan berakibat senyawa ozon (O3) tersebut akan masuk ke laisan atmosfer. Adanya ozon di atmosfer akan menyebabkan  banyak kerugian seperti gangguan kesehatan, ekologi, dan pertanian.

Penipisan lapisan Ozon ini juga terjadi karena adanya gangguan terhadap keseimbangan reaksi pembentukan dan penguraian molekul Ozon di stratosfir. Hasil pengamatan kondisi atmosfir mengindikasikan telah terjadinya pengurangan jumlah molekul Ozon secara global, terutama di wilayah Kutub Selatan (Antartika) yang telah terbentuk lubang Ozon pada waktu waktu tertentu.

Adanya lubang-lubang pada lapisan ozon ini akan memberikan akses langsung bagi sinar matahari untuk dapat masuk ke bumi. Padahal pada sinar matahari terdapat sinar ultraviolet yang dapat memberikan radiasi bagi makhluk hidup di bumi. Dengan adanya lapisan ozon maka radiasi sinar ultraviolet tersebut akan dinetralisir sehingga tidak sampai ke lingkup atmosfer bumi.

Buruknya efek yang dihasilkan dari menipisnya ozon hingga sampai membentuk lubang pada lapisannya dapat dicegah oleh kita, para penghuni bumi. Peran manusia dan makhluk hidup lainnya dalam mencegah masuknya radiasi matahari tersebut ke lingkup atmosfer dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Penemuan lubang pada lapisan ozon diatas Antartic memacu penandatanganan kesepakatan internasional tentang bahan-bahan kimia yang mengikis lapisan ozon. Kesepakatan ini didasarkan atas keyakinan yang ditanggung bersama secara internasional bahwa emisi-emisi CFCs dan bahan-bahan lainnya menimbulkan kerugian lebih jauh secara berlebihan dari harga abatement , dengan tingkat optimal emisi harus sama dengan nol.

Orang awam pun dapat berperan dalam membantu mencegah lapisan ozon semakin menipis hingga membentuk lubang. Untuk mencegah menipisnya lapisan ozon, ada beberapa hal-hal sederhana yang dapt dilakukan, tidak perlu sampai ikut membuat kebijakan-kebijakan rumit mengenai pengaturan penggunaan CFC.

Hal yang bisa dilakukan adalah menanam pohon sebanyak-banyaknya yang juga diiringi dengan tindakan tidak merusak tanaman dan menggunduli hutan, ataupun membakar hutan seperti yang dilakukan oleh penebang hutan liar. Banyaknya tanaman akan menciptakan peluang yang lebih besar dalam produksi oksigen (O2). Produksi oksigen akan membantu mengurangi penipisan lapisan ozon karena ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari dengan katalis petir.

Hal lain yang dapt dilakukan adalah mengurangi jumlah polusi yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Cara yang paling mudah adalah dengan mengurangi intensitas menggunakan kendaraan pribadi ketika bepergian dan menggunakan kendaraan umum. Atau juga dapat diganti dengan menggunakan sepeda jika ingin bepergian dengan jarak yang dekat. Polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor menimbulkan karbon monoksida yang sangat sulit untuk di regenerasi menjadi oksigen, sehingga mengurangi simpanan oksigen.

Polusi tidak hanya datang dari kendaraan bermotor tetapi juga dari pabrik-pabrik yang mengeluarkan asap ketika sedang melakukan produksi. Hal kecil lainnya yang bisa dilakukan terkait polusi udara adalah dengan cara tidak merokok atau mengurangi intenstas merokok, karena rokok juga mengeluarkan asap yang berisi senyawa karbon dioksida. Walaupun sekecil apapun, usahakan untuk tidak menyebabkan pencemaran udara. Pencemaran udara ini akan mengakibatkan pola musim berubah. Pola musim yang berubah akan mengganggu terjadinya petir yang merupakan katalis dan pembentuk ozon.

Penggunaan akan barang-barang elektronik yang memerlukan energy juga merupakan tindakan pencegahan menipisnya lapisan ozon. Manusia harus berusaha untuk berhemat dalam menggunakan energi yang ada di bumi ini. Karena itu saat ini sudah mulai banyak ditemukan sumber-sumber energi alternatif yang tidak mengeruk dari dasar bumi lagi.

Selain itu pengurangan akan penggunaan barang-barang yang menghasilkan zat CFC juga merupakan salah satu tindakan preventif, seperti pendingin ruaangan, lemari es, hairspray yang mengandung freon dan menghasilkan CFC. Saat ini telah banyak perusahaan mesin-mesin pendingin yang dengan gencarnya menyatakan bahwa produknya bebas CFC.

Hal lain yang dapat dilakukan muali dari diri sendiri adalah dengan membiasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan, sampah yang mengotori air dapat merusak pohon yang menghasikan oksigen. Sampah-sampah ini juga tidak dianjurkan untuk dibakar, karena akan ikut mencemari udara lewak karbon dioksidanya.

Langkah-langkah sederhanya tersebut dapat membantu mengurangi menipisnya lapisan ozon. Karena jika lapisan ozon semakin menipis dan membentu sebuah lubang, maka sinar matahari yang mengandung ultrviolet akan masuk dan menyebabkan radiasi bagi makhluk hidup. sinar UV-B yang dipancarkan oleh matahari dapat menembus kedalam air, daun, dan kulit. Oleh karena itu, peningkatan radiasi sinar UV-B dapat membahayakan metabolisme sel, merusak material genetik, dan menyebabkan kerusakan sistem perlindungan alami yang dimiliki oleh organisme.

Pengaruh UV-B terhadap manusia sangat buruk. Intensitas tinggi radiasi sinar UV-B dapat menyebabkan penuaan kulit yang lebih cepat, kanker kulit, kerusakan mata serta menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan pengaruh radiasi UV-B terhadap flora dan fauna juga memberikan efek negatif. Salah satunya adalah terhambatanya keseimbangan spesies tanaman. UV-B yang berlebihan dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman akibat rusaknya jaringan tanaman sehingga akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Kerusakan tanaman akibat UV-B yang berlebih perlu dihindari karena tanaman merupakan dasar dari terbentuknya jaringan pangan, mencegah erosi dan hilangnya air, dan merupakan sumber utama terbentuknya oksigen dan penyerapan karbondioksida. UV-B juga dapat menyebabkan kanker pada hewan, seperti yang terjadi pada manusia.Walaupun sebagian besar hewan memiliki perlindungan yang lebih besar terhadap UV-B dengan dimilikinya lapisan yang tebal dan pigmentasi kulit, tetapi hewan tidak dapat melindungi diri mereka dari radiasi UV-B berlebih. Mata dan bagian hewan yang tidak terlindungi beresiko terhadap radiasi UV-B

Penipisan ozon ini tidak bisa dibiarkan karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem manusia, tumbuhan, dan hewan. Penjagaan lapisan ozon harus dilakukan bersama-sama dan bertahap. Setiap manusia memiliki peran serta dalam menjaga atau mengurangi lapisan ozon. Ozon yang berada pada atmosfer bumi adalah milik bersama. Efek dari ozon juga akan dirasakan bersama oleh manusia, dan dalam penjagaannya juga merupakan tanggung jawab bersama manusia. (farra)

Comments
One Response to “Ozon, Milik Kita Bersama, Kita Jaga Bersama”
  1. ali says:

    manusia harus bertanggung jawab atas semua ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: